Selasa, 08 Maret 2016

Review Film - The Texas Chainsaw Massacre (2003)

18 Agustus, 1973, tepatnya sehari setelah perayaan hari kemerdekaan Indonesia, lima remaja, Erin (Jessica Biel), Morgan (Jonathan Tucker), Pepper (Erica Leerhsen), Andy (Mike Vogel), dan Kemper (Eric Balfour) sedang dalam perjalanan di van berkendara sepanjang jalan Texas ketika mereka hampir saja menyerempet seorang gadis yang katatonik dan terlihat tidak sehat. Mereka memutuskan untuk mengantarnya di dalam mobil. Dia terlihat kotor, syok, dan tak waras, darah menempel di betisnya. Seraya mobil berjalan ia bergumam mereka ke jalan yang salah, dan setelah menangis histeris mengeluarkan pistol dari bajunya dan menembak kepalanya sendiri. Seluruh penumpang van berteriak dalam teror dan keluar.

Terguncang melihat aksi bunuh diri di depan mata kepala mereka sendiri, mereka memutuskan untuk meminta bantuan dari penduduk sekitar. Ada yang janggal ketika tak ada yang memberi respon positif. Namun keadaan bertambah aneh ketika mereka mengetuk pintu sebuah rumah besar yang nampak mengerikan. Sedikit dari yang mereka tahu, mereka telah menjadi mangsa selanjutnya dari maniak pembawa gergaji mesin yang memakai kulit manusia untuk menutupi wajahnya yang cacat.

The Texas Chain Saw Massacre merupakan film yang dipuji-puji dan sangat mengerikan pada tahun 1974, lalu bertahun-tahun setelahnya, produser Michael Bay (Transformers, The Island) memutuskan untuk membuat ulangnya dan memberinya sentuhan baru yang segar. The Texas Chainsaw Massacre kembali masuk ke layar lebar pada tahun 2003 dengan membawa Jessica Biel sebagai gadis final. Dan bisa dibilang, film ini merupakan sebuah film yang sangat bagus.
The Texas Chainsaw Massacre mengatarkan apa yang seharusnya film ini berikan. Ya, film ini kotor, menjijikan, menegangkan dan brutal. Dalam beberapa tahun terakhir, film ini adalah salah satu remaketerbaik yang rilis, jauh di atas remake-remake gak guna lainnya kayak Friday the 13th atau Black Christmas (walaupun keduanya guilty pleasures bagi gua). Film ini mencampurkan ketengangan dan kesadisan dengan takaran yang pas, hingga akhirnya kita sering menahan napas melihat adegan di layar, memicingkan mata ketika melihat kesadisannya yang tak berlebih, atau merasa tidak nyaman melihat betapa menjijikannya film ini terlihat dalam keseluruhan.

Film ini tidak berlebihan menunjukkan kebrutalannya seperti film-film lain pada umumnya sebagai contoh Saw atau Hostel, tetapi cukup menampilkan apa yang kita pikir sedang terjadi di layar tanpa menunjukkannya secara gamblang. Dan itu membuat film ini bertambah mengerikan karena imajinasi manusia biasanya melebihi gambaran yang konkrit. Atmosfir yang janggal dibangun sepanjang film, membuat kita sebagai penonton menggigit jari melihat tokoh-tokoh di sini masuk ke dalam perangkap, terutama Jessica Biel yang berperan sebagai Erin. Dia gemilang, di sini. Ketakutannya nyata dan teriakannya memilukan. Dengan mudah kita bersimpati pada karakternya yang seperti tak berhenti dari kejaran gergaji mesin.

Sinematografinya patut mendapat tepuk tangan. Di siang hari kota Texas terlihat sangat panas, palet cokelat yang memfilter tiap adegan menambahkan indahnya film ini. Namun dalam urusan sebuah kota yang sampah, film ini sukses pula menunjukkan betapa kotor dan menjijikannya kota ini sekali karakter-karakter ini masuk ke teritori sang predator. Entah di ruang penjagal, dapur, maupun di van. Lalu tak lupa pula toror yang tertangkap di layar seperti datang bertubi-tubi, kita tak mampu beristirahat untuk menarik napas. Mata kita tetap terpaku di layar. Dan di akhir kata, The Texas Chainsaw Massacre merupakan film yang berkualitas untuk genre horor, sebuah remake yang mampu bersanding dengan pendahulunya.
Rating: 6,7/10                                                   Download here (via torrent)

0 komentar :

Posting Komentar