Senin, 07 Desember 2015

Sinopsis & Review Film: Terminator Genisys (2015)

Sinopsis
Selang 31 tahun sejak film pertamanya yang disutradarai oleh James Cameron, sulit untuk menyebut Terminator Genisys sebagai sekuel. Sesuai dengan jargonnya "The rules has been reset", film ini me-reset semua kejadian dari 4 film sebelumnya dengan cerita baru. Bagi anda yang merupakan penggemar film lamanya (sebagaimana saya), mungkin akan sedikit sinis melihat pembaruan yang dilakukan oleh penulis skrip Laeta Kalogridis danPatrick Lussier.

Film dibuka dengan narasi yang menjelaskan bahwa sebagian besar umat manusia musnah akibat nuklir yang diluncurkan oleh Skynet pada tahun 1997. 30 tahun kemudian, umat manusia yang tersisa yang dipimpin oleh John Connor (Jason Clarke) membentuk pasukan pemberontak untuk mengalahkan Skynet yang sekarang telah menguasai dunia dengan pasukan robotnya. Misi berlanjut dengan mengirimkan Kyle Reese (Jai Courtney) melalui mesin waktu ke tahun 1984 untuk menyelamatkan ibu John, Sarah Connor (Emilia Clarke). Namun persis sebelum perjalanan waktu dilakukan, terjadi hal di luar dugaan yang menciptakan timeline paralel. 

Tahun 1984 yang dikunjungi Kyle bukanlah seperti yang kita kenal. Sarah bukan lagi wanita polos yang tak bisa dan tak tahu apa-apa, melainkan sudah menjadi wanita tangguh yang mengenal Terminator T-800 (Arnold Schwarzenegger) sedari umurnya 9 tahun yang disebutnya sebagai "Pops/Kakek". Hari Kiamat/Judgment Day juga bukan lagi di tahun 1997, melainkan di tahun 2017 dengan mengambil pengejawantahan baru, yaitu operating system canggih bernama Genisys yang mengendalikan struktur kehidupan melalui gadget (kurang lebih mirip dengan iOS atau Google Android). John Connor juga bukanlah seperti yang kita kira. 


Review Film

Di balik plotnya yang berantakan, untuk ukuran popcorn movie, Terminator Genisys sebenarnya cukup menghibur. Patut diapresiasi sebenarnya, duo penulis skrip Laeta Kalogridis dan Patrick Lussier yang mencoba menghadirkan nostalgia melalui adegan-adegan familiar dari film sebelumnya seperti kemunculan T-800 tanpa pakaian di lorong gelap, kejar-kejaran dengan Terminator logam cair T-1000 yang tangguh (kali ini dimainkan oleh aktor Korea, Byung-Hun Lee) serta beberapa kutipan-kutipan yang ikonik, seperti "I'll be back", sembari menghadirkan cerita baru agar relevan dengan generasi sekarang.

Berselang 31 tahun sejak film pertamanya yang disutradarai oleh James Cameron, sulit untuk menyebut Terminator Genisys sebagai sekuel. Sesuai dengan jargonnya "The rules has been reset", film ini me-reset semua kejadian dari 4 film sebelumnya dengan cerita baru. Bagi anda yang merupakan penggemar film lamanya (sebagaimana saya), mungkin akan sedikit sinis melihat pembaruan yang dilakukan oleh penulis skrip Laeta Kalogridis danPatrick Lussier. Di balik plotnya yang berantakan, untuk ukuran popcorn movie, Terminator Genisys sebenarnya cukup menghibur. 

Film dibuka dengan narasi yang menjelaskan bahwa sebagian besar umat manusia musnah akibat nuklir yang diluncurkan oleh Skynet pada tahun 1997. 30 tahun kemudian, umat manusia yang tersisa yang dipimpin oleh John Connor (Jason Clarke) membentuk pasukan pemberontak untuk mengalahkan Skynet yang sekarang telah menguasai dunia dengan pasukan robotnya. Misi berlanjut dengan mengirimkan Kyle Reese (Jai Courtney) melalui mesin waktu ke tahun 1984 untuk menyelamatkan ibu John, Sarah Connor (Emilia Clarke). Namun persis sebelum perjalanan waktu dilakukan, terjadi hal di luar dugaan yang menciptakan timeline paralel. 

Tahun 1984 yang dikunjungi Kyle bukanlah seperti yang kita kenal. Sarah bukan lagi wanita polos yang tak bisa dan tak tahu apa-apa, melainkan sudah menjadi wanita tangguh yang mengenal Terminator T-800 (Arnold Schwarzenegger) sedari umurnya 9 tahun yang disebutnya sebagai "Pops/Kakek". Hari Kiamat/Judgment Day juga bukan lagi di tahun 1997, melainkan di tahun 2017 dengan mengambil pengejawantahan baru, yaitu operating system canggih bernama Genisys yang mengendalikan struktur kehidupan melalui gadget (kurang lebih mirip dengan iOS atau Google Android). John Connor juga bukanlah seperti yang kita kira. 

Patut diapresiasi sebenarnya, duo penulis skrip Laeta Kalogridis dan Patrick Lussier yang mencoba menghadirkan nostalgia melalui adegan-adegan familiar dari film sebelumnya seperti kemunculan T-800 tanpa pakaian di lorong gelap, kejar-kejaran dengan Terminator logam cair T-1000 yang tangguh (kali ini dimainkan oleh aktor Korea, Byung-Hun Lee) serta beberapa kutipan-kutipan yang ikonik, seperti "I'll be back", sembari menghadirkan cerita baru agar relevan dengan generasi sekarang.
Rating: 6,9                                                        Download(via torrent)

0 komentar :

Posting Komentar