Senin, 07 Desember 2015

Sinopsis & Review Film "Insidious: Chapter 3" (2015)

Sinopsis
'Insidious: Chapter 3' merupakan prekuel dari film sebelumnya. Sosok Elise Rainier (Lin Shaye) masih tampil. Kali ini Rainer akan membantu seorang remaja bernama Quinn (Stefanie Scott) yang digangu oleh roh jahat.

Quinn dikisahkan sangat terpukul dengan kepergian sang ibunda. Maka timbul sugesti dalam dirinya, jika roh yang mengikutinya itu adalah jelmaan dari sang ibu yang selalu ingin menjaganya. Namun pasca kecelakaan yang menimpanya, Quinn menyadari jika dirinya sedang 'diikuti' oleh roh yang ingin membawanya pergi.

Pada mulanya, sang ayah Sean (Dermot Mulroney) tak percaya dengan ucapan Quinn. Kejadian aneh membuatnya yakin putri semata wayangnya sedang dalam bahaya. Tanpa pikir panjang, Sean menemui Rainer.

Rainer sebetulnya sudah enggan menggunakan 'keistimewaan' yang dimilikinya. Akan tetapi, desakkan dari teman seprofesinya yang membuat Rainer ingin membantu Quinn. Rainer memang telah membantu banyak orang untuk terbebas dari roh jahat.

Tubuh Quinn tak lagi kuat 'menahan' roh jahat untuk masuk. Quinn yang tak kuasa itu hampir membunuh ayahnya sendiri. Rainer pun tiba-tiba datang menolong Quinn. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya, Rainer mencoba berhubungan dengan roh jahat. Tak hanya Rainer, ternyata roh sang ibu dari Quinn datang untuk menolong putrinya. Cinta seorang ibu memang tak pernah mati meski telah berbeda dunia. Apakah usaha Rainer untuk membebaskan Quinn berhasil?

Review

'Insidious: Chapter 3' menjadi salah satu film horor yang paling dinanti. Kisah Elise Rainier (Lin Shaye) selalu menarik untuk ditonton. Hal ini terlihat dari antusiasme yang diberikan oleh penonton tanah air. Indonesia memang beruntung dapat menyaksikan 'Insidious: Chapter 3' lebih awal dari negara asalnya.

Film ini sekaligus menjadi debut Leigh Whannell sebagai sutradara. Selain sutradara, Whannell juga bertindak sebagai penulis dan aktor di trilogi Insidious itu. Whannell tak mendapat peran yang cukup banyak. Tapi ia berhasil memerankan Specs yang merupakan seorang pemburu hantu. Penonton dibuat sedikit menggelitik dengan akting Whannell. Sentuhan komedi sengaja dibuat Whannell untuk membuat film horornya menarik.

Hantu dalam film 'Insidious: Chapter 3' tidak terlalu banyak. Roh jahat yang menguasai Quinn yang lebih sering muncul. Selain roh tersebut, ada juga roh wanita yang terus hadir di kehidupan Rainer apabila ia menggunakan kekuatan supranatural yang dimilikinya.

Akting Stefanie Scott sangat natural. Ia mampu membawa kita terhanyut dengan cerita dalam film. Scott bahkan harus rela tubuhnya terlempar-lempar dalam film. Hal ini terbilang tak mudah bagi gadis berusia 19 tahun itu. 'Insidious: Chapter 3' merupakan film horor pertama yang mendaulatnya sebagai pemain utama.

Insidious: Chapter 3 adalah sebuah penurunan kualitas. Meski digarap oleh Leigh Whannell yang merupakan orang lama franchise ini, film ini tampak kehilangan kualitasnya tanpa kehadiran James Wan di kursi sutradara. Kurangnya pembangunan atmosfir yang memadahi mengakibatkan jump scare yang menjadi andalan berlalu begitu saja, tidak mampu membuat ketenangan hati ini terusik. Insidious Chapter 3 tidak seram bahkan lebih seperti dagelan ketika mencapai klimaksnya.
Rating: 6,7                                                        Download here (torrent)

0 komentar :

Posting Komentar