Jumat, 11 Desember 2015

Review Film: Drag Me To Hell (2009)

Sebelum trilogi film pahlawan super memukau yang kita kenal (Spider-Man), Sam Raimi dikenal sebagai sutradara film-film horor berkualitas. Ia memulai debutnya dengan The Evil Dead, film horor yang kontroversial namun mendapat pujian dari banyak kalangan kritikus. Setelah menyelesaikan trilogi Evil Dead, Raimi vakum dari genre horor selama bertahun-tahun dan mendulang sukses dengan film-film hasil adaptasi komik Spider-Man hingga namanya mencuat sekarang. Para penggemar film horor menantikan kembalinya dia dalam membuat film horor yang berkualitas, dan akhirnya ia melakukannya dengan menyuguhkan kita Drag Me to Hell.

Christine Brown memiliki hidup yang sempurna, ia mempunyai kekasih yang setia (Justin Long), pekerjaan yang mapan di sebuah bank peminjaman, dan masa depannya cemerlang. Ia menantikan posisi kosong sebagai asisten manager di perusahaannya, namun untuk mendapatkan promosi itu ia harus bersaing dengan rivalnya yang mampu membuat keputusan sulit. Datang Ny. Ganush, nenek tua yang rumahnya harus digusur karena ia tidak dapat membayar pinjaman bank, Christine dihadapi pilihan sulit, dan pada akhirnya menolak untuk memberinya pinjaman lagi agar mendapat jabatan yang ia impikan.

Merasa dipermalukan dan penuh amarah seperti perawan masa periode PMS, Ny. Ganush mengutuknya di parkiran mobil dengan iblis Lamia. Iblis yang akan menyiksanya dulu selama tiga hari sebelum secara harfiah menyeret Christine ke dalam neraka. Christine meminta bantuan pada seorang cenayang, Rham Jas dan kekasihnya Clay (Long) yang pada mulanya menganggap serentetan kejadian aneh dan mengerikan yang terjadi pada Christine hanya kebetulan belaka.

Awalnya saya nggak punya ekspektasi yang terlalu tinggi dengan Drag Me to Hell ngeliat ratingnya di Amerika cuma PG-13. Tapi ternyata film ini mampu membuat gua puas nonton tanpa merasa bosan sama sekali. Drag Me to Hell bukan film yang benar-bener berusaha bikin lu bergidik ngeri dan takut tidur berhari-hari. Ini film B, yang emang sengaja dibuat demikian. Malahan bisa dibilang komedikal sebenarnya karena kekerasan yang dipertontonkan di film ini berlebihan dan hampir slapstik.
Air terjun mimisan, cairan-cairan yang dimuntahin dari mulut, mata dan bagian tubuh yang keluar, darah di mana-mana, gimana caranya film ini dapet rating PG-13 itu gua nggak tau. Yang jelas memang ada beberapa bagian film ini yang menyeramkan dan jorok. Tapi seperti gua bilang; slapstik tanpa bikin perut mules karena jijik dan masih bisa ditonton, malahan dengan seru dan asik.

Sam Raimi sukses menimbulkan kengerian melalui adegan-adegan jorok tadi dan berbagai imagi dari Ny. Ganush, si nenek gypsi yang kerap menghantui Christine tadi. Selama film Alison Lohman menunjukkan bakat akting yang baik sebagai wanita muda yang jujur dan sebenarnya sangat peduli sesama, membuat penonton sepenuhnya tenggelam dalam ketakutannya, dan bersimpatetik pada karakternya yang sepertinya tak berhenti mendapat masalah.
Raimi juga sukses membuat filmnya jatuh di antara kengerian dan tawa renyah, sesuatu yang sering kali gagal dicapai sutradara horor lainnya. Ceritanya padat dan skenarionya cukup pintar. Membuat misteri yang berada selama film ingin kita kita kuak kebenarannya pada tiap adegan. Dan ending dari film ini mengejutkan, sebenarnya gua dan penonton lain pasti dapat nebak dengan cepat, tapi gua nggak nyangka para pembuatnya benar-benar berani buat sampe pada batas itu.

Spesial effect-nya tak terlalu mengecewakan, dan menurut saya mungkin beberapa shot hasil CGI yang buruk memang sengaja dibuat serupa untuk menambah ke-otentika-kan sebagai film horor B. Kesimpulannya, Drag Me to Hell merupakan salah satu karya terbaik Raimi. Berjejer dengan Spider-Man 2 atau The Evil Dead. Benar-benar memuaskan penggemar film horor yang haus akan kembalinya film horor utuh setelah beberapa remake kacangan beberapa tahun akhir. Film ini sagangat saya rekomendasikan untuk anda tonton di bioskop ataupun kompeter di rumah.
Rating: 7,0                                                        Download here (Torrent File)

1 komentar :

Film Ini sebenarnya lumayan bagus. Saya pernah nonton di bioskop. Ada link downloadnya yang bukan torrent gak?

Posting Komentar