Minggu, 08 Maret 2015

Pengaruh Musik Terhadap Produktivitas Kerja

Kadang rutinitas pekerjaan menjadi hal yang membosankan dan tidak menyenangkan. Jika sudah bosan, satu hal yang sering kita lakukan untuk mengusir rasa jenuh dan bosan saat bekerja adalah dengan mendengarkan musik, tentunya musik favorit. Namun, mendengarkan musik saat bekerja ternyata memiliki pengaruh yang berbeda-beda pada setiap individu.

Saat ini sudah ada beberapa riset yang dilakukan untuk mengamati pengaruh musik terhadap kinerja karyawan saat bekerja. Salah satu riset yang dilakukan adalah dari Universitas Windsor di Kanada mempelajari pengaruh musik pada kinerja pengembang software. Berdasarkan hasil studi, kualitas kerja terendah didapatkan saat bekerja tanpa musik. Selain itu, tanpa mendengarkan musik, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan cenderung menjadi lebih lama.

Dengan adanya musik, terlihat adanya perubahan mood yang positif pada para pengembang software. Studi tersebut juga menunjukkan peningkatan persepsi serta kreativitas saat mereka sedang bekerja. Selain itu, dari riset yang dilakukan juga menunjukkan bahwa orang yang tidak pernah mendengarkan musik saat bekerja membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membiasakan diri.

Jenis musik berpengaruh
Meskipun hasil riset menyatakan adanya pengaruh yang positif, namun banyak orang yang berpendapat bahwa mendengarkan musik saat bekerja dapat mengalihkan perhatian dan mengurangi konsentrasi. Alasan mereka adalah banyak hal lain yang memengaruhi, salah satunya adalah jenis musik yang didengarkan. Genre musik dengan tempo yang cepat seperti disko atau rock cenderung meningkatkan perasaan semangat dan ketegangan. Musik seperti itu cocok didengarkan saat kita sedang membutuhkan semangat seperti saat baru memulai suatu pekerjaan. Sedangkan musik bertempo lambat cenderung menurunkan ketegangan. Musik tipikal itu cocok didengarkan saat kita butuh waktu untuk rileks.

Dengan mengetahui efek dari berbagai tipe musik, kita bisa mengondisikannya sesuai dengan keinginan dan mood pekerjaan kita. Contohnya, ketika saya sedang membutuhkan konsentrasi dalam menyelesaikan suatu bug, saya cenderung mendengarkan lagu yang bertempo lambat atau hanya instrumental. Tetapi ketika saya sedang mencari inspirasi, saya suka mendengarkan lagu yang bertempo cepat, agar lebih semangat. 

Kesalahan dalam memilih tipe musik untuk kondisi tertentu akan berakibat hilangnya semangat, distraksi, dan susah untuk konsentrasi, sehingga kinerja pun akan menurun. Namun, ceritanya akan berbeda apabila musik tersebut adalah musik favorit. Berdasarkan hasil riset, jika mendengarkan musik yang disukai, apapun tipe musiknya, dapat menurunkan tingkat ketegangan serta membuat diri merasa lebih nyaman. Dengan begitu, stres pun berkurang.

Perlukah mendengarkan musik?
Seperti yang dipaparkan riset Universitas Windsor di Canada, sebab peningkatan produktivitas dalam kasus ini adalah karena adanya reaksi positif dari diri seseorang terhadap musik yang didengarkan. Berdasarkan pengamatan, orang yang dibiarkan untuk memilih sendiri musik yang didengarkan saat bekerja (atau memilih untuk tidak mendengarkan musik), cenderung memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan yang dipaksa. Oleh karena itu, Anda perlu mencobanya sendiri. Jadi, apakah Anda perlu mendengarkan musik saat bekerja?

0 komentar :

Posting Komentar