Kamis, 05 Maret 2015

Band /rif Akan Rekaman Di Abbey Road Demi Go International

Sudah lama malang-melintang di industri musik tanah air, /rif sebuah grup band rock asal kota bandung ini berusaha untuk menembus industri musik dunia lewat album ke-9 mereka. Tahun 2015 ini /rif yang menginjak usia 21 tahun akan merekam album mereka secara live recording di studio legendaris Abbey road, London, England pada tanggal 4 maret 2015.

"Ya betul, bertahun-tahun bermusik terus, berkarya terus, kami bermimpi untuk menembus pasar internasional. Alhamdulillah di awal tahun bertemu partner baru yang membuka jalan rekaman di Inggris," kata Andy (vokal) mewakili rekan-rekannya, Magi (drum), Jikun (gitar), Ovy (gitar), dan Teddy (bas), dalam jumpa pers Wild Fire Tour, di Rolling Stone Cafe, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (28 februari 2015).
"Rekaman di Abbey ini merupakan langkah pertama. Insya Allah rekaman album ini kalau lancar akan berlanjut rekaman di tiga negara. Setelah di London itu di Amerika, dan di Kanada. Ini (Abbey Road) langkah awal kami melangkah ke sana (industri musik internasional)," lanjut pria yang bernama lengkap Restu Triandy itu. 

Rencananya /rif akan bertolak ke London pada 2 Maret 2015. "Jadi tanggal 2 Maret jam tujuh malam berangkat (dari Jakarta), tanggal 3 Maret sampai (di London). Terus tanggal 4, 5, 6 itu rekaman (di Abbey), dan sisanya mixing dan mastering," ujar Jikun.

Pada proses rekaman kali ini, /rif akan didukung oleh nama-nama besar di dunia studio rekaman. Di antaranya adalah Sam Okell yang akan mengerjakan mixing, dimana dia adalah seorang mixing engineer yang sudah terlibat di banyak proyek yang melibatkan musisi-musisi dunia, antara lain PJ Harvey, Counting Crows, The Mars Volta, Foster The People, dan termasuk juga pengerjaan remixing soundtrack film grup band legendaris The Beatles, Help!. 

Lalu ada Geoff Pesche yang sebelumnya pernah mengerjakan album Gorillaz, Basement Jaxx, Kylie Minogue, Athelete, Coldplay, dan beberapa album lainnya. 

Di tangan para jagoan dunia studio rekaman tersebut, /rif menyiapkan 10 materi lagu. "Kami standar satu album 10 lagu. Sudah bolak-balik setiap hari kerjain aransemen, ide dari satu orang terus dikeroyok," kata Jikun.

"Kemungkinan, akan ada satu lagu populer ada lagu lama yang di-remake, dan dipikirkan siapa orang yang ditaruh di situ," sambungnya. 

Untuk menembus pasar internasional, /rif menyiapkan "senjata" berupa lagu-lagu berbahasa Inggris. "Yang paling pasti album ini akan full berbahasa Inggris, karena tujuan utama kami menembus pasar internasional," kata Ovy. 

Setelah merampungkan rekaman di Abbey Road, selanjutnya /rif dijadwal untuk rekaman di AS pada April 2015, dan mengikuti Canadian Music Week di Kanada pada Mei 2015. "Langkah pertama rekaman di Abbey Road, London, setelah itu rekaman di Amerika. Setelah itu ke Kanada, di sana ada Canadian Music Week, dia annual event untuk memeringati event musik di Kanada, kami diundang untuk mengisi di sana. Kamu akanperform dan mengisi rekaman di sana," kata perwakilan Trilogy Live, Willy, selaku promotor rangkaian kegiatan /rif di Eropa dan Amerika. 

"Nanti ada perform show di Kanada yang audiens-nya dari industri recording. Enggak disangka banyak yang menantikan /rif," lanjutnya. 

Proyek live recording di Abbey Road ini diharapkan sudah bisa dinikmati dalam bentuk fisik album CD pada Mei 2015. "Ya nanti akan ada pertunjukan sekaligus mengenalkan album yang direkam di Abbey. Nanti bisa di Jakarta atau bisa juga di Bandung," ujar Andy.

Setelah itu, /rif bakal bertolak ke luar negeri lagi untuk manggung di beberapa festival di Eropa dan Amerika. "Jadi mulai pertengahan tahun sampai akhir tahun ini bakal ada tur ke sana. Semua susunan agendanya sudah disusun dengan agensi internasional, kemungkinan 21 kota," kata salah satu manajer Rock Management yang menangani /rif, Tony Tones.

0 komentar :

Posting Komentar