Jumat, 12 Desember 2014

Sinopsis & Review Film: Pocong 2

Bosan sudah rasanya masyarakat Indonesia dicekoki sajian film horor esek-esek yang bertebaran di bioskop. Perlu ada revolusi di dunia perfilman nasional. Untung saja masih ada beberapa film horo r yang bisa dikategorikan cukup berkualitas. Pocong 2 merupakan salah satunya. Film ini disutradai oleh Rudi Soedjarwo dan naskahnya ditulis oleh Monty Tiwa. Keduanya juga terlibat dalam pembuatan film Pocong 1 yang dilarang beredar. Pocong 2 dibintangi oleh Revalina S. Temat, Ringgo Agus Rahman, Dwi Sasono, Henidar Amroedan Risty Tagor. Pocong berkisah tentang dua perempuan yang bernama Maya dan Andin (adik Maya) yang menempati apartemen baru yang mereka sewa. Di apartemen tersebut, Andin terus-terusan diganggu Pocong, serta banyak terjadi kejadian-kejadian aneh.

Sinopsis
Film ini diawali dengan adegan pemerkosaan terhadap seorang gadis. Si pemerkosa yang telah menghajar si gadis, lalu memocongkannya dan menguburnya hidup-hidup. Belum juga menguburkan si gadis tersebut, seseorang yang membela si gadis datang dan menghajarnya, tetapi si pemerkosa turut membunuhnya.
Empat tahun kemudian. Seorang asisten dosen bernama Maya (Revalina S. Temat) memutuskan untuk pindah kesebuah apartemen yang berharga murah bersama adiknya yang bersikap acuh, Andin (Risty Tagor) yang usia pendidikannya baru sampai 3 SMA. Penyebab kerenggangan mereka adalah kematian orang tua mereka dan pertunangan Maya dengan Adam (Ringgo Agus Rahman). Di apartemennya, banyak kejanggalan, seperti kemisteriusan sikap pengurus apartemen yang bernama Slamet, jadwal pemadaman listrik bergilir setiap jam 3, bau asap menusuk dan sepinya apartemen.

Situasi mulai berubah mencekam saat Andin mulai dihantui pocong di apartemennya. Maya yang menduga bahwa Andin hanya mabuk berat dan depresi tidak mempercayainya, namun keesokan harinya pocong kembali menghantui hingga Andin menjadi depresi berat. Terdorong untuk menolong adiknya, ia meminta bantuan seorang paranormal utnuk membantunya. Paranormal tersebut mengatakan bahwa pocong hadir kepada orang yang akan mendapat bahaya dengan tujuan untuk memperingatinya, dan ada kekuatan jahat yang mengancam nyawa Maya dan adiknya. Dan dalam tujuan menyelamatkan Andin, Maya dibuka mata batinnya oleh si paranormal, yang membuat ia bisa melihat makhluk halus. Terorpun kini beralih kepada Maya, lewat riset dosennya (Henidar Amroe), Maya mengetahui bahwa pocong pertama kali digunakan sebagai pengekang akan jiwa yang seharusnya bebas dari jasadnya, dan hal itulah yang membuat jiwa yang belum terbebas memberitahu tanda-tanda musibah yang berada di alam roh ke dunia ini.

Review Film
Didorong oleh rasa penasaran sewaktu film Pocong 1 dilarang beredar, saat film Pocong 2 rilis, gue sempatkan diri untuk menontonnya. Setelah nonton sih lumayan terkaget-kaget dan tercekam suasana dalam film. Tapi terus terang ini film horor Indonesia yang cukup bagus yang pernah gue tonton. Menurut gue, sentuhan di film ini adalah gabungan dari Amerika dan Asia. Penuturan dan penyampaian visualnya dengan formula mainstream Amerika, tapi background ceritanya asli Asia (Indonesia). Justru karena background ceritanya asli Indonesia, film ini jadi makin serem karena deket banget dengan ‘realita’ umum di Indonesia.
Scriptwriter dan director udah cukup kompak, malahan gue cukup salut dengan peningkatan yang dicapai Monty Tiwa sebagai penulis naskah. Sebelum film ini, gue ngga pernah suka dengan film2 dengan script yang ditulis Monty.
Cerita di film ini cukup solid. Semua yang disampaikan di awal, pasti ada penjelasannya di akhir film, walaupun penjelasannya ngga mesti dalam bentuk verbal dialog. Disitulah peningkatan kualitas dari Monty Tiwa. Yang pasti film ini layak ditonton untuk penggemar film horor. Ini film horor yang betul2 horor, bukan film horor yang terjebak jadi thriller action/slasher yang cuma ngandelin violence and gory scene. Saya rekomendasikan bgt nih film untuk anda tonton, untuk men-downloadnya silahkan ada pada link dibawah ini:
Rating: 6,4                                        Unduh Film Part1, Part2 (via Indowebster)

0 komentar :

Posting Komentar