Selasa, 14 Oktober 2014

Review Film: Kuntilanak (2006)

Sutradara : Rizal Mantovani
Skenario : Ve Handojo, Rizal Mantovani
Pemeran : Julie Estelle, Evan Sanders, Alice Iskak, Lita Soewardi
Genre : Horor
Studio : MVP Pictures
Bahasa : Indonesia

Sinopsis
Setelah kematian ibunya dan menghadapi gangguan 'cabul' dari bapak tirinya, Samantha / Sam (Julie Estelle) memutuskan untuk indekost di pinggiran kota. Sam yang saat masih depresi karena kejadian di rumah serta mimpi-mimpi buruk yang terus menghantuinya. Hubungannya dengan sang kekasih, Agung (Evan Sanders), menjadi renggang karena hal tersebut. Sam pun menyewa sebuah kamar kost di sebuah rumah yang nampak angker di seberang pohon beringin besar. Dari keterangan para penduduk, Sam mengetahui bahwa pohon itu diperkirakan sebagai pohon kuntilanak. Rumah kost Sam menyimpan banyak misteri karena ada bagian yang 'ditutup' rapat oleh pemiliknya. 

Ibu Kost Sam, Yanti (Lita Soewardi), menceritakan mengenai sejarah bangunan yang kini menjadi tempat kost Sam tersebut. Dahulu kala, ada sebuah keluarga pemilik pabrik tekstil bernama Mangkoedjiwo  yang membuat pabrik batik dan mess pekerja di sana, akan tetapi, terjadi kebakaran besar yang memusnahkan aset-aset Mangkoedjiwo. Hanya rumah itulah yang masih tersisa. Kini, cicit Panembahan Sakti Mangkoedjiwo, Raden Ayu Sukma Mangkoedjiwo (Alice Iskak) menyewakan rumah tersebut untuk indekost. Perbincangan yang berubah ke mitos Kuntilanak, berakhir ketika Yanti menembangkan sebuah durmo (tembang Jawa) yang digunakan untuk memanggil Kuntilanak. Entah kenapa tembang itu membuat Sam menjadi pusing. Tanpa sadar, Sam dapat menembangkan durmo pemanggil Kuntilanak dan mencelakakan orang-orang di sekitarnya. 

Agung yang mencoba meneliti mengenai Kuntilanak dengan bantuan Iwan (Ibnu Jamil), mengetahui bahwa kuntilanak yang biasanya hidup di pohon, dipanggil oleh wangsit-nya dan keluar lewat media tertentu untuk masuk ke dunia kita.  Sam yang ikut bersama Agung ke rumah Iwan, membaca mengenai batik Mangkoedjiwo. Masyarakat sekitar percaya bahwa keluarga Mangkoedjiwo adalah penganut aliran sesat. Ia juga menemukan tulisan di sketsa batik: "sing kuat sing melihara" (yang kuat yang memelihara). Sam berusaha menghancurkan media pengantar Kuntilanak di rumah kostnya. Tanpa sepenuhnya sadar, ia mulai pandai memanfaatkan kekuatan Kuntilanak untuk kepentingannya.

Review Film
Film ini mengangkat cerita urban-legend tentang tradisi keluarga kaya yang memelihara setan untuk menjaga kekayaan mereka. Sedikit mengingatkan saya akan kisah serupa yang beredar di masyarakat luas di era 80-90an tentang peliharaan lelembut yang dapat memakan tumbal nyawa, mungkin hal ini jugalah yang membuat masyarakat tertarik untuk menonton film-film semacam ini.
Setelah menonton film Kuntilanak ini saya berpendapat bahwa film Kuntilanak adalah salah satu (dari sedikit) film horor Indonesia yang boleh dibilang "masih cukup memiliki kualitas". Memang ada beberapa kelemahan disana-sini, tapi menurut saya kelemahan itu bukan berasal dari bodohnya si pembuat film, namun lebih pada kurang tajamnya penyampaian gagasan dari sang sutradara, Rizal Mantovani. Memang dari segi akting, Evan Sanders harus saya akui tidak becus, tapi menurut saya Sam setidaknya mampu berakting cukup baik sebagai seorang dengan karakter yang ‘gelap’ di film ini. Joke-joke yang ada di film ini memang tidak lucu. Tapi memang ini juga bukan film horor komedi, jadi ya saya maafkan. Tapi dari segi properti dan setting serta sinematografi, film ini cukup bagus dan dapat menunjang isi cerita.
Rating : 6.0/10                                           Download Film(via ftp)

0 komentar :

Posting Komentar