Rabu, 27 Agustus 2014

Review Film : Prometheus (2012)

Science-fiction merupakan salah satu genre film yang menarik untuk disaksikan, namun nyatanya di masa kini film jenis ini hanya menonjolkan efek visual belaka, berbeda dengan film jenis sci-fi yang dibuat beberapa dekade silam. Nah, pada tahun 2012 lalu dirilis film "Prometheus" yang disutradarai oleh maestro film sci-fi, Ridley Scott, yang sepertinya ia hendak membangkitkan optimisme kembali para fans film jenis ini. Nampaknya film ini adalah prequel dari quadrology fil "Alien" (1979-1997), dimana di film ini dijelaskan sebagian mengenai asal-usul kehidupan manusia bumi & juga alien (xenomorph) di planet lainnya. Sanggupkah "Prometheus" memenuhi rasa dahaga & harapan para pecinta film sci-fi saat ini dan sekaligus bernostalgia dengan film genre tersebut di era 80-90an? Ataukah film ini menjadi pertanda bahwa sang sutradara kawakan Ridley Scott telah kehilangan sentuhannya dalam menggarap film jenis ini yang mana telah melambungkan namanya di jagat perfilman2 dekade yang lalu?

Dan ternyata, film ini mampu memenuhi ekspektasi saya akan kebangkitan film sci-fi yang menyajikan premis nan menarik sekaligus misterius. Cerita film ini dimulai pada tahun 2089, sepasang arkeolog bernama Elizabeth Shaw (Noomy Rapace) & Charlie Holloway (Logan Marshall Green) menemukan jejak lukisan gua manusia purba, dimana terdapat sketsa seperti seorang alien yang menunjuk gugusan bintang asal tempat alien tersebut tinggal. Yang mana lukisan dinding gua tadi memiliki kesamaan dengan beberapa lukisan gua purba dari kebudayaan seperti Babilonia, Mesopotamia, Maya, Aztech dll. Nah, gambar gugusan bintang tersebut diyakini akan menuntun/membawa manusia kepada alien sang pencipta kehidupan bumi, yang disebut sebagai "The Engineer". Beberapa waktu kemudian sepasang arkeolog tadi berangkat bersama dengan 15 awak wahana antariksa Prometheus yang didanani oleh Weyland corp. menuju planet LV-223. Tapi, setiba-nya di sana para kru Prometheus menyadari bahwa keputusan mereka untuk mencari "The Engineers" adalah kesalahan terbesar umat manusia. Belum lagi David (Michael Fassbender) dan Meredith Vickers (Charlize Theron) yang memiliki misi rahasia di planet tersebut, membuat ekspedisi penelitian mereka ini berbuntut pada kehancuran kehidupan di bumi.

Di sepanjang durasinya, Ridley Scott nampaknya tak membiarkan penonton untuk dengan mudah mencerna ataupun menebak misteri apa yang akan dimunculkan berikutnya. Hal inilah yang sebenarnya membuat film ini begitu menarik untuk disimak, walau ironisnya banyak teka-teki yang belum terjawab dan misteri yang belum terungkap hingga akhir film. Ini kurang begitu cocok dengan penonton masa kini yang menginginkan segalanya serba instan dan juga sebuah film sci-fi yang mudah diikuti, Ridley Scott lebih mengajak para penontonnya untuk ikut berpikir keras, ikut bereksplorasi bersama kru Prometheus memecahkan teka-teki mengenai asal mula kehidupan kita menurut 'semesta' yang dibuat Scott (dan juga kaitannya dengan film Alien), di mana semuanya itu disajikannya dengan balutan efek visual serta sinematografi yang epik.

Berbicara tentang film Alien, Prometheus menurut saya mengikuti kerangka dasar film Alien. Untuk fans jadul, mudah bagi mereka untuk merasa dejavu atas kemiripannya dengan rumusan script yang diusung quadrologi Alien. Namun, tentu saja kemiripan tersebut bukan berarti film ini mudah ditebak. Prometheus memiliki materi cerita yang benar-benar baru dengan beragam twist-nya yang cerdik dan lebih mengarah ke kisah prequel dari sebuah franchise baru yang dibuat Ridley Scott bersama 20th Century Fox yang kisahnya menelusuri universe film Alien secara lebih mendalam, dimana untuk film Prometheus pertama ini, mereka menggunakan ‘space jockey’ yang muncul di 30 menit pertama film Alien sebagai pokok ceritanya. Dan di sinilah yang mengakibatkan banyak fans serta kritikus yang kecewa (walau juga sangat banyak yang menyukainya) karena film ini bukan merupakan prekuel langsung dari film Alien yang bisa menjelaskan semua pertanyaan perihal asal-usul Xenomorph seperti yang mereka harapkan. Prometheus justru malah memperlebar cakupan Alien dengan memberi banyak pertanyaan - pertanyaan baru (daripada jawaban). Namun, jangan khawatir sebab Ridley Scott dengan cerdik telah menebar beberapa clue yang dapat memicu perdebatan, diskusi serta interprestasi yang tiada habisnya di kalangan para pecinta film dan fans Alien. Percayalah, anda akan menemukan banyak hal baru dalam diskusi tersebut sambil menunggu sequel Prometheus dirilis, yang diharapkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Secara keseluruhan, Prometheus adalah sebuah film sci-fi langka yang benar-benar sesuai dengan apa yang telah dijanjikannya : elok, alur cerita yang sangat menarik dan memprovokasi pikiran, menegangkan dari awal hingga akhir, serta penampilan ciamik dari jajaran pemain-nya. Art direction, sound, serta efek visual-nya juga sangat berkelas, bahkan tidak mungkin apabila Prometheus menjadi kontender terkuat di ajang Academy Awards tahun depan di segi/aspek teknis. Nah, bagi kamu yang ingin menyaksikan film Prometheus ini secara gratis, silahkan download film-nya pada link download dibawah ini (tapi downloadnya lewat torrent yach, udah pada ngerti kan cara nge-download dengan torrent?)
Rating : 7.8/10                                       Download torrent (via magnet link)

0 komentar :

Posting Komentar