Kamis, 14 Agustus 2014

Cakra Khan Raih Award Anugerah Planet Muzik di Singapore

"Aku percaya suatu masa
Semesta kembali ke maha bisa
Kita semua terlalu mudah
Tuk coba bicara dengan Tuhan...”

Itulah sepenggal syair lirik lagu dari Cakra Khan yang berjudul 'Opera Tuhan', yang mana ini ialah single pertama Cakra Khan untuk diedarkan di empat negara sekaligus yakni, Indonesia tentunya dong, serta di negaeri jiran Malaysia, Singapore dan juga Brunei Darussalam. Namun, terbersit pertanyaan, apakah single reliji ini adalah momentum aji mumpung Cakra Khan yang tengah naik daun di panggung artis nasional? Seperti halnya seorang muslim lainnya yang ingin berlomba-lomba dalam ibadah dan kebaikan di bulan suci Ramadhan, penyanyi pria bersuara khas ini juga seakan tak ingin melewatkannya, oleh sebab itulah ia merilis single 'Opera Tuhan' tersebut.

“Sebenarnya lagu religi ini sudah selesai diproduksi kurang dari setahun yang lalu, dan beberapa bulan yang lalu menjadi soundtrack sinetron Bidadari Surga di salah satu station TV swasta, dan di tahun ini lah kami merilisnya sebagai single religi perdana saya.” Ujar Cakra Khan.

Single religi ini adalah karya dari 2 orang composer muda yang berbakat, Lafa Pratomo & Higin Irfan Ayuga. Mempunyai aransemen pop-ballad yang begitu menyentuh dan lirik yang memiliki arti yang sangat dalam. Lagu yang menceritakan tentang keputusasaan manusia menjalani hidup ketika berada di titik terbawah, namun insan itu mengembalikan semuanya kepada Tuhan sang Maha Pencipta. 
“Opera Tuhan, ditulis di pertengahan 2009 ini merepresentasikan kehidupan penulisnya kala itu juga, pula merepresentasikan kehidupan banyak insan lainnya yang sedang menjalani ujian demi ujian dalam hidupnya. Opera Tuhan adalah tentang berserah diri, memasrahkan laju, alur dan plot cerita hidup pada Sang Sutradara Kehidupan.” Ujar Lafa Pratomo.

Sedikit fakta menarik di balik penulisan lagu ini adalah saat tahun 2009 itu, Lafa Pratomo dan Higin Irfan menggubah lagu ini di sebuah bukit di daerah Sukabumi pada suatu senja. Tengah merenungkan dan membahas serba-serbi kehidupan sambil menggubah 'Opera Tuhan' lalu seketika, saat itu juga awan terbelah dan memancarkan lembar-lembar sinar kuning kemerahan menyinari lereng menjadi seperti keemasan. Sebuah pemandangan yang menakjubkan pula rasanya ajaib dan cukup jarang.

"Pada saat itu kami seperti mendapat sebuah pesan tak tertulis langsung dari Atas Sana untuk mengabadikan momen itu ke dalam sebuah karya." Jelas Lafa Pratomo.

0 komentar :

Posting Komentar