Sabtu, 14 Juni 2014

Review Film : K Vs K (2012)

K Vs K atau Kita Vs Korupsi merupakan film omnibus tentang berbagai fenomena dalam praktek korupsi yang terjadi dalam masyarakat. Film ini dibintangi oleh Wikana, Nicholas Saputra, Revalina S. Temat, Ringgo Agus Rahman, Tora Sudior, Dominique Diyose dll. Film ini disajikan dengan format omnibus, yang mana sedang menjadi trend di dunia sineas nusantara. Terdiri dari 4 buah film dari cerita-cerita terbaik hasil dari sayembara yang diprakarsai oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Menarik sekali untuk disimak, 4 buah film pendek dari 4 orang sutradara yang berbeda, dengan 4 cerita yang berbeda pula. Siapa sangka, ditengah hingar-bingar kasus korupsi negeri ini, diantara skeptisme masyarakat terhadap para penegak hukum, nyatanya KPK masih dapat menghasilkan propaganda yang dikreasikan dalam sebuah film.
Ok, langsung saja kita kaji satu per-satu kisah yang ada dalam film ini.

Segmen pertama, dengan tajuk 'Rumah Perkara' karya Emil Heradi.
Menceritakan seorang kepala desa (Lurah) bernama Yatna yang menjual tanah desa yang dipimpinnya kepada seorang pengusaha untuk dijadikan resort lapangan golf. Penjualan tanah tersebut terhalang oleh Ella, seorang janda yang kukuh mempertahankan tanahnya. Dalam film ini sang sutradara berhasil dengan baik mendeskripsikan pergolakan batin individu-individu yang ada dadlam cerita ini secara dramatis. Film ini juga menggambarkan kisah tentang seorang pemimpin yang melupakan janjinya. Kisah ini secara dramatik menampilkan semua konflik bersamaan di ending cerita.

Segmen Ke-2, berjudul 'Aku Padamu', karya Lasja F. Susanto
Bercerita mengenai kehidupan kota. Gelora masa muda anak muda zaman sekarang yang diwakili oleh Vano (Nicholas Saputra) dan Laras (Revalina S Temat) tergambar jelas disini. Vano dan Laras hendak kawin lari, tanpa sepengetahuan ortu-nya. Alhasil, niat mereka pun terganjal urusan Kartu Keluarga, dan tentunya calo pun jadi pilihan Vano untuk menyelesaikan masalah mereka. Ternyata, pergolakan batin Laras muncul disini, dalam dirinya telah tertanam nilai-nilai anti suap yang diteladankan oleh guru panutan Laras sewaktu ia masih SD. Guru tersebut (Ringgo), adalah seorang guru honorer yang rela hidup serba kekurangan hingga akhir hayatnya karena tidak mau membayar uang pelicin kepada ayah Laras, selaku Kepala Sekolah.

Segmen Ke-3, 'Selamat Siang, Risa!', arahan Inne Febriyanti
Berkisah tentang seorang penjaga gudang bernama Arwoko (Tora Sudiro), yang berusaha hidup secara jujur meskipun teman-teman sejawatnya banyak melakukan praktik korupsi. Disaat keluarga Arwoko dilanda kesusahan akibat krisis ekonomi dan juga anaknya yang sedang sakit keras, godaan pun datang. Segepok uang akan diberikan kepada Arwoko jika ia mau menimbun beras milik seornag pengusaha Tionghoa di gudang tempat ia bekerja. Apakah Arwoko akan menerima uang sogok tyersebut?

Segmen Ke-4, berjudul 'Pssstt...Jangan Bilang Siapa-Siapa', karya Chairun Nisa
Menceritakan tentang Olla (Sisca Selvi Dawsen) membeli bukupada sekretaris kelas, Eci (Nasha Abigail) dengan harga nan cukup mahal. Gita (Alexandra Natasha) pun jadi penasaran, kenapa harga buku yang dijual Eci lebih mahal dari pada yang dijual di toko buku. Gita lalu iseng-iseng bertanya tentang asal muasal harga buku tersebut. Tak diduga hasil iseng-iseng tersebut malah membongkar adanya praktek korupsi beruntun yang dilakukan oleh banyak pihak.

Kita Vs Korupsi adalah sebuah karya film omnibus yang layak mndapat apresiasi dari masyarakat Indonesia. Cerita dalam kehidupan nyata sehari-hari diangkat dengan baik dalam film ini menjadi cerita nan penuh makna. Niatan untuk menjadi film non-komersil, film ini telah sukses lebih dari sekedarnya. Sinematografi adalah unsur utama film ini yang menjadikan film ini nampak hidup, alam pedesaan nan elok, kehidupan masyarakat saat krisis tahun 70'an, gambaran kehidupan perkotaan, dan warna-warni kisah anak SMA, kesemuanya itu terdeskripsikan dengan baik. Selain itu, emosi tertuamh dengan apik dalam film ini, hal ini terlihat dengan bahasa tubuh ekspresi yang hidup dari para pemerannya. Sebagai film propaganda melawan KKN, film K Vs K tidak berusaha untuk menceramahi kita semua, namun ia bertutur nyata dengan ceritanya.
Rating 7.5/10                                            Download film (via Indowebster)

0 komentar :

Posting Komentar