Senin, 16 Desember 2013

Review Film : The Collector (2009)

Sutradara : Marcus Dunstan
Naskah    : Patrick Melton, M. Dunstan
Bintang    : Josh Stewart, Andrea Roth & Juan Fernandez
Genre      : Horor, Thriller
Studio     : Freestyle Releasing
Bahasa    : English

Sinopsis
Arkin (Josh Stewart) adalah seorang tukang reparasi rumah yang bekerja di rumah keluarga Chase, tak ada yang aneh dengan pria bermata layu ini, kecuali dia sepertinya terus memperhatikan setiap sudut rumah majikannya tersebut. Belakangan diketahui, pria mantan narapidana itu punya beban berat untuk menyelamatkan keluarganya dari jeratan hutang, mantan istrinya berhutang banyak & harus dilunasi sebelum tengah malam. Apa yang harus dilakukan Arkin? Ternyata Arkin bukanlah seorang tukang reparasi rumah sembarangan, melainkan seorang pencuri profesional. Sambil menyelam minum air, Arkin pun menargetkan rumah keluarga Chase sebagai target operasi selanjutnya. Setelah melakukan perjanjian dengan "teman lama", Arkin bersiap mencuri di rumah yang dipercaya menyimpan perhiasan bernilai tinggi tersebut. Berbekal keahliannya, Arkin dengan mudah masuk, ditambah dia sudah lama mengawasi rumah yang sedang ditinggal pemiliknya ke luar kota ini. Tanpa berlama-lama, dia langsung menuju lemari penyimpanan yang tersembunyi dibalik sebuah kaca besar. Dilengkapi dengan beberapa alat, Arkin mencoba membuka lemari tersebut, tapi tiba-tiba suara-suara aneh mengganggu konsentrasinya. 

Arkin ternyata tidak sendirian di rumah itu, seseorang baru saja masuk melalui pintu belakang & mulai naik ke atas dimana Arkin berada. Arkin pun bergegas pergi secara diam-diam sebelum ketahuan. Tapi sialnya, pintu belakang sekarang dikunci berlapis-lapis, padahal sebelumnya ia masuk melalui pintu tersebut. Arkin berusaha mencari jalan keluar lainnya, tapi karena mengingat keselamatan keluarganya, dia kembali ke lemari penyimpanan untuk melanjutkan pekerjaanya. Sekali lagi, suara menghentikan pekerjaannya, kali ini seseorang berteriak & terdengar melalui ventilasi udara. Bersamaan dengan teriakan tersebut, sang pemilik rumah muncul berlumuran darah & babak belur. Arkin akhirnya sadar bahwa keluarga Chase tidak keluar kota tapi disekap di ruang bawah tanah oleh pria bertopeng. Sekarang Arkin harus memilih antara menyelamatkan keluarganya sendiri dengan mengambil perhiasan & pergi dari rumah tersebut atau bersikap heroik menyelamatkan keluarga Chase, terutama anak yang paling kecil yang mengingatkannya pada anaknya sendiri. Potongan intro "Dead Bodies Everywhere" dari band "Korn" menandakan bahwa mimpi buruk telah dimuali.

Review
Jika The Collector mengingatkan anda dengan kisah Jigsaw yang lebih dahulu populer lewat film Saw, itu ada hubungannya dengan 2 orang "syaraf" yang ada di belakang layar. Duo penulis dari seri Saw IV, V dan VI Patrick Melton & Marcus Dunstan kembali dengan lembut "mencincang" otak kita, lewat film yang merupakan debut penyutradaraan Marcus Dunstan ini. Film yang aslinya berjudul "Midnight Man" ini awalnya disiapkan untuk prequel Saw, namun batal karena ketidaktertarikan produser. Jadi apa yang ditawarkan Marcus di film ini, ketika premis cerita terkesan klise & kemungkinan besar akan dibanding-bandingkan dengan film Saw yang telah ada terlebih dahulu. Dengan pemikiran pesimis, mungkin penonton akan lebih dulu berpikir, apa menariknya 2 orang yang terjebak di satu rumah, satu pencuri, & lawannya adalah pria psycho bertopeng. Tapi ternyata Marcus bisa membalikkan keadaan dengan menyuguhkan film yang benar-benar penuh dengan kejutan. Markus dengan apik berhasil mengubah rumah yang kelihatan biasa saja menjadi "medan perang" yang ampuh mamacu adrenalin hingga level maksimum.

Marcus sepertinya ingin mengajak kita bermain di rumah ini, bersamaan dengan Arkin dan si "Collector " yang asyik bermain kucing-kucingan. Kita pastinya akan dibuat terkejut ketika mengetahui tiap sudut rumah yang sudah dipenuhi dengan jebakan-jebakan mengerikan. Marcus tak hanya fokus menghadirkan adegan sadis lewat jebakan-jebakan yang telah disiapkan, tapi juga tidak lupa mengemasnya dengan plot yang menarik, mengajak kita untuk terus berada di rumah tersebut & setiap saat bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya dengan Arkin & keluarga Chase. Marcus benar-benar berhasil menjauhkan filmnya dari kata bosan, sebaliknya film ini terus meningkatkan setingkat-setingkat hingga akhir film. Selama 90 menit, racikan Marcus yang lengkap dalam menyajikan film bertema slasher yang "smart", telah berhasil menghadirkan hiburannya sendiri. Secara keseluruhan, film ini merupakan menu slasher yang spesial, unik dalam penyajian & tereksekusi dengan matang.
Rating : 8.0/10                                                   Download (via indowebster)

0 komentar :

Posting Komentar