Rabu, 20 November 2013

FISFiC 6 Vol. 1 (2011)

Maraknya film horor berformat omnibus/antologi, seakan menjadi tren baru bagi dunia perfilman Indonesia., salah satunya adalah film "FISFiC 6 vol. 1" ini. FISFiC merupakan singkatan dari Fantastic Indonesian Short Film Competition, yaitu sebuah kompetisi film pendek bergenre horor/thriller yang digelar oleh sineas dan praktisi film Indonesia (Sheila Timothy, Gareth Evans, Mo Brothers, Ekky Imanjaya serta Rusly Eddy), yang bertujuan membuka kesempatan sineas muda Indonesia untuk membuat film horor berkualitas. Sesudah melewati proses seleksi dan penjurian, terpilihlah 6 naskah cerita yang kemudian diwujudkan dalam bentuk fim pendek yang akhirnya diberi judul "FISFiC 6 vol. 1" tersebut.

Film ini menawarkan enam kisah horor dan thriller yang akan membuat merinding penontonnya dengan jalan cerita yang berbeda. Film dibuka dengan "Meal Time" yang ditulis oleh Ian Salim, dimana mengisahkan beberapa orang sipir penjara, Sutisna (Abimana Arya) dan dua orang rekannya melakukan tugasnya, namun teror dari kegelapan pun datang di malam itu. Satu per-satu tahanan dan para sipir tewas terbunuh secara misterius. Sebagai film pembuka, "Meal Time" mampu menyajikan sebuah tontonan yang mencekam, namun sayangnya waktu film antologi seperti ini terlalu pendek sehingga kurang memberikan kesempatan bagi para karakter yang ada di sini untuk berkembang. 

Lanjut bagian kedua, "Rengasdengklok", suatu film arahan Dion Widhi Putra yang berkisah tentang misteri mantan presiden Soekarno yang mengalami kejadian misterius di Rengasdengklok, namun sayangnya film ini tak memberikan kengerian seperti yang telah mampu ditunjukkan pada sesi pertama "Meal Time". Sesungguhnya, "Rengasdengklok" ini memiliki premis yang cenderung menarik, dimana di film ini mencoba memberikan twist pada catatan sejarah Indonesia menjelang hari proklamasi kemerdekaan, yaitu dengan menghadirkan zombie pasukan Nipon terhadap para pejuang Indonesia. Dibanding dengan film-film lainnya, "Rengasdenklok" lah yang paling lemah kualitasnya, baik dari segi tata produksi maupun dari aspek kemampuan akting para pemainnya yang canggung dan gagal memberikan penjiwaan karakter.

Sesi ketiga adalah "Reckoning", yang skenarionya ditulis oleh sang sutradara, Zavero G. Idris bersama dengan Katharina Vassar, yang juga merupakan salah satu pemeran dalam sesi ini. Rockoning berkisah mengenai sepasang suami-istri di suatu malam yang rumahnya disatroni oleh sekelompok orang yang memiliki niatan buruk. Sedikit demi sedikit, rahasia sang suami pun terkuat, yang mana akan menjawab teka-teki dari teror yang terjadi. Banyak adegan gore dan kesadisan yang ada di sesi "Reckoning" ini, namun suspense yang dihadirkan juga mampu membuat adrenalin penonton terpompa. 

Sebenarnya masih ada 3 sesi lagi yang harus anda simak yaitu "Rumah Babi", "Effect" dan juga "Taksi" yang tak kalah mencekam dengan tiga sesi yang telah dibahas sebelumnya, namun terlalu panjang untuk membahas satu per-satu. Nah, kalo gitu silahkan anda download film horor omnibus Indonesia ini, sebab film ini memiliki kualitas yang patut diacungi jempol untuk ukuran film horor lokal. Silahkan download FISFiC 6 vol.1 pada tautan dibawah ini :
Rating 7.0/10                                                    Download here   

0 komentar :

Posting Komentar