Cupumanik, Band Grunge-Rock Asal Bandung

Ketika musik grunge sedang bergulir di era 90an, Cupumanik mulai dikenal di berbagai acara musik grunge, sebut saja acara grunge pertama dan terbesar di Bandung yang sangat fenomenal yaitu “Grungy”, di event tersebut Cupumanik menarik banyak perhatian dari publik musik Bandung.

Program Acara Musik TV Indonesia Era 90an

saat ini banyak bertebaran program / acara musik di televisi, ada Dahsyat, Inbox, Klik dan masih banyak lagi. Sebenarnya acara-acara musik tersebut bagus untuk disiarkan, namun tahukah anda bahwa acara musik TV sudah ada sejak era 90an?

Menjadi Diri Sendiri Lewat Jalur Indie

Istilah Indie merupakan akronim dari Indiependent, bisa dibaca sebagai sikap kreatif. Dengan berkreasi diluar jalur kaidah yang baku yang banyak dianut kekuatan besar industri. Singkat kata musik Indie adalah cerminan kaum muda yang mengekspresikan kebebasan berkreasi tanpa menggunakan patokan-patokan konvensional yang ditetapkan oleh industri rekaman.

Agnes Monica Rilis Album Baru Berbahasa Inggris

Ages Monica baru saja merilis album baru bertajuk "Agnez Mo" yang berisi 10 buah lagu, semuanya dalam bahasa inggris. Yuk kita simak review-nya dan juga tembang apa saja yang ada di album baru Agnes tersebut!

Band Potret Muncul Lagi Dengan Personil Baru

Grup Band Potret, sebuah grup musik dengan vokalis Melly Goeslaw yang sempat populer lewat tembang 'Mak Comblang', dan selama ini vakum kini eksis lagi dengan tambahan 2 personil baru, siapa saja mereka? Yuk simak infonya disini.

Rabu, 10 September 2014

The Raid 2: Berandal (2014)

Sutradara : Gareth Evans
Skenario : Gareth Evans
Pemeran : Iko Uwais, Yayan Ruhian, Arifin Putra, Julie Estelle, Tio Pakusadewo, Oka Antara, dll.
Genre : Action, Thriller
Studio : Merantau Films, XYZ Films
Bahasa : Indonesia, Jepang

Dunia sineas Indonesia patut berbangga hati, usai sukses dengan film "The Raid Redemption" yang rilis pada tahun 2011 yang lalu, Gareth Evans kembali menyuguhkan sequel film tersebut lewat "The Raid 2: Berandal" yang launching di tahun 2014 ini yang diproduksi oleh Merantau Films. Film dibuka dengan adegan pembunuhan di kebun tebu, dari awal saja nuansa kekerasan sudah dimulai. The Raid 2 menyuguhkan adegan perkelahian secara keras dan juga vulgar. Rama (Iko Uwais) masih terus berjuang untuk membasmi organisasi kriminal di Jakarta, dimana pada sequel pertama The Raid Redemption diceritakan bahwa Rama merupakan seorang anggota polisi baru yang berhasil menupas komplotan narkotik. Dia kemudian direkrut oleh Bunawar (Cok Simbara) yang merupakan kepala polisi jujur dan memiliki reputasi bersih sebagai agen polisi penyamar. Rama pun harus rela meninggalkan istri dan anaknya untuk dilatih kembali menjadi pembunuh berdarah dingin. Dia akan disusupkan ke dalam komplotan gembong mafia serta harus menumpas praktik kotor yang penuh skandal korupsi dan suap.

Rencana disusun dengan matang. Rama harus menyusup melalui Ucok (Arifin Putra) yang tengah dipenjara. Ucok adalah anak bos mafia besar bernama Bangun (Tio Pakusadewo). Untuk memuluskan penyamaran, Rama harus dijebloskan ke dalam penjara. Diapun mulai terlibat baku hantam dengan sesama narapidana di dalam penjara. Rama mulai mencuri perhatian Ucok. Dengan kemampuan berkelahi tanpa senjata, Rama berhasil menyelamatkan Ucok saat terjadi huru-hara di dalam penjara. Seni beladiri yang berpadu dengan kekerasan vulgar dilakukan di dalam lumpur secara apik. Selepas ke luar dari penjara, Rama direkrut oleh Bangun untuk menjadi anak-buahnya. Dia bahkan disediakan apartemen mewah khusus sebagai rasa terima kasih atas jasa menyelamatkan Ucok di dalam penjara. Menjadi kepercayaan bos mafia, Rama turut dalam operasi penagihan 'uang keamanan' kepada para pebisnis ilegal. Ucok yang dipercaya untuk memimpin menagih duit jatah kepada produsen film porno. Namun, perkelahian tak terhindarkan akibat keinginan Ucok agar uang setorannya dinaikkan. Tetapi konflik sesungguhnya bukan di sana. Adanya persaingan antara Bangun dan keluarga mafia lainnya yang berasal dari Jepang. 

Gareth memang menyuguhkan adegan-adegan berkelahi secara apik dengan pengambilan dari jarak dekat. Seperti biasa, laga pembunuhan dengan menunjukkan adegan menggorok leher, menembak jarak dekat, serta sadisme aktor-aktor dalam membunuh, menjadi ciri khas The Raid. Tak hanya itu, adegan kebut-kebutan di beberapa sudut Ibukota Jakarta juga menjadi hal yang menarik. Terlebih kepiawaian sejumlah aktor kawakan seperti Roy Marten, dan aktor muda Alex Abbad, dan Oka Antara, menambah kuatnya film ini.

Penampilan Julie Estelle sebagai Hammer Girl yang tanpa dialog dapat membunuh secara sadis hanya bermodal palu di dalam kereta api juga patut diacungi jempol. Meski sedikit, Marsha Timothy dan Cecep Arif Rahman ikut menjadi pelengkap. Tak tanggung-tanggung, Gareth mendatangkan aktor asal Jepang Kenichi Endo sebagai kepala geng Goto dan Kazuki Kitamura sebagai putranya. Penasaran kan bagaimana kisahnya, langsung saja unduh filmnya pada tautan dibawah.
Rating : 7.9/10                                           Download film (via torrent/magnet link)

Selasa, 09 September 2014

Anie Carera - Walau Seribu Tahun (1989)

Anie Carera, seorang penyanyi cantik asal Madiun, Jawa Timur ini terkenal berkat album perdananya yang berjudul "Janji Itu Manis" yang dirilis pada tahun 1988. Setahun kemudian ia kembali merilis album bertajuk "Walau Seribu Tahun" dibawah naungan label rekaman MSC Records. Namun sayangnya album ini kurang mendapatkan respon positif dari masyarakat musik Indonesia. Dalam album ini, terdapat 10 buah lagu yang mana didominasi lagu-lagu pop bernuansa oldies khas lagu-lagu pop era 80an, walaupun ada juga beberapa lagu yang cukup nge-beat iramanya. Mengandalkan lagu 'Walau Seribu Tahun' karya Pompy sepertinya tak cukup untuk mendongkrak popularitas Anie Carera di panggung musik nasional. Yah, biar bagaimanapun inilah masa-masa awal tonggak karir Anie Carera yang baru berkakrir di dunia tarik suara yang masih seumur jagung dimulainya. Album ini menampilkan karakter vokal Anie Carera yang sesungguhnya, sweet & pop banget gitu lho. Memang di awal era 90an Anie Carera merubah genre musiknya menjadi beraliran slow rock, hal ini tercermin dari lagu 'Terperangkap Dalam duka' yang populer di tahun 1992 silam. Yuk kita simak daftar lagu dari album "Walau Seribu Janji" punyanya Anie Carera dibawah ini.

Tracklist:
  1. Anie Carera
  2. Anie Carera
  3. Anie Carera
  4. Anie Carera
  5. Anie Carera
  6. Anie Carera
  7. Anie Carera
  8. Anie Carera
  9. Anie Carera
  10. Anie Carera
Nah, tanpa basa-basi lagi guys, bagi anda yang berniat mengkoleksi album Anie Carera yang satu ini, silahkan unduh full albumnya pada tautan dibawah ini.
Download album⇓                              Pass : Musikindo99.Blogspot.com

Minggu, 07 September 2014

Annie Carera - Biarkanlah Kita Berpisah

Lirik lagu & kord gitar "Anie Carera - Biarkanlah Kita Berpisah", cipt. Donny S. Dores, tahun 1995
Intro: Bm G D/F#-Em F#

Bm                      Em
Selembut kain sutra
         G                                 D
Saat engkau ucapkan kata cinta
          Em                       Bm
Hilang rasa ragu, hilang rasa sepi
                  G                     F#sus4 F#
Kusambut cintamu setulus hati...

    Bm                            Em
(*) Tak pernah ku berharap
            G                                  D
     Bila akhirnya engkau berubah
                Em                      Bm
     Kau nodai cinta, kau dustai aku
                  G             F#         Bm
     Hingga akhirnya kita berpisah

            A            A/E         A  A/E
(**) Sering ku duduk sendiri
                     D                     D/A    D  D/A
       Mengharap semua 'kan berubah
              A         A/E       A  A/E
       Namun kini ku sadari
                  D                    F#
       Ternyata aku terpedaya...

                   Bm                   Em
Reff: Oleh rayumu, oleh dustamu
                          A                                  D  F#
         Yang selama ini membelenggu jiwa
                              Bm             Em
         Tak mungkin lagi kita bersama
               F#                 Bm  (F#)
         Biarlah kita berpisah...

Int: G A Bm  G A Bm
Back to: (*), (**) Reff (4x... fade out)
Download mp3

Sabtu, 06 September 2014

Sinopsis Film : Seed (2007)

Sutradara : Uwe Bowl
Naskah : Uwe Bowl
Bintang : Michael Pare, Ralf Moller, Will Sanderson
Genre : Horor, Thriller
Durasi : 90 menit
Negara : Canada
Bahasa : English

Sinopsis:
Max Seed (Will Sanderson), adalah seorang yang bertanggungjawab atas kematian 666 orang dalam jangka waktu 6 tahun. Polisi menerima video yang menggambarkan kematian secara perlahan dan proses dekomposisi (pembusukan) dari makhluk hidup, mulai dari seekor kecoa, anjing labrador, seorang bayi, dan seorang wanita dewasa di dalam suatu ruangan. Mereka menelusuri temuan video tersebut dari rumah seed. Detektif Matt Bishop (Michael Pare) pun menangkap Seed, yang di kemudian hari divonis mati dengan kursi listrik.

Hari itu, tibalah detik-detik eksekusi mati bagi Seed dan ia pun segera di bawa ke ruang eksekusi kursi listrik. Hukum negara mengatakan bahwa terpidana mati yang dapat bertahan pada tegangan listrik 15.000 volt tiga kali 45 detik, maka boleh dibebaskan secara legal. Setelah setruman kedua tidak berhasil untuk membunuh Seed, maka Warden Arnold Cargrove (Raff Moller) dan dokter Parker Wickson (Andrew Jackson) memutuskan untuk mengumumkan bahwa Seed telah mati, daripada mengambil resiko dia lolos. Seed kemudian dikubur hidup-hidup begitu saja & dilupakan. Namun, Seed bangkit dari kuburnya dan memulai pembalasan brutal terhadap siapa saja yang telah bersalah padanya

Kemudian, Max Seed kembali pulang ke rumah lamanya dan mulai mencari orang-orang terkait eksekusi Seed. Sebagai permainan, Seed membunuh dan merekamnya, termasuk Warden Calgrove yang dibunuh secara brutal dengan hantaman palu, begitu pula dengan Dr. Wickson. Seed dengan cepat menculik detektif Bishop dan menyimpannya untuk pembalasannya dengan cara yang paling kejam. 

Setelah mengunci Bishop di ruangan basement dengan hanya sebuah monitor TV dan senjatanya. Seed mengatakan kepada Bishop bahwa dia harus melakukan bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri dan akan disaksikan Seed lewat monitor. Ketika itu Bishop menolak perintah Seed, Seed menculik istri & anak perempuannya dan mengancam akan membunuh keduanya kecuali Bishop mau menuruti perintah Seed untuk bunuh diri. Bishop masih menolaknya, Seed tanpa ragu mengeksekusi istri Bishop. Saat Seed akan menghabisi Putri Bishop yang berumur 10 tahun (Jodelle Ferland), dengan sekuat tenaga Bishop mau menuruti kemauan Seed dan menembak kepalanya sendiri, seketika itu Bishop tewas. Melihat Bishop memenuhi ucapannya untuk bunuh diri, Seed membawa putri Bishop di basement meninggalkannya disana bersama jasad ayahnya dan sebuah gergaji. Agaknya untuk film kanibalisme, memenuhi kebutuhannya untuk memfilmkan aspek dirinya tentang hidup dan mati. 
Rating : 6.3/10                                      Download torrent(via magnet link)

Quadrologi Lagu Camellia Milik Ebiet G. Ade

Sebenarnya sudah lama saya mengenal lagu-lagu maestro musik Indonesia Ebiet G. Ade, mungkin sejak awal tahun 1990an. Namun ada beberapa rentetan lagu yang berjudul 'Camellia I' hingga 'Camellia IV : (Requiem)' yang masih berhubungan satu sama lain. Simaklah lagu-lagu Camellia tersebut, maka anda akan menemukan keterkaitan satu sama lain, mulai dari lagu 'Camellia I' sampai lagu 'Camellia IV' sebagai penutup dari quadrologi lagu tersebut. Setelah saya cermati satu per-satu lagu-lagu itu, saya pun dapat menyimpulkan bahwasanya mungkinkah ini merupakan quadrologi cerita dengan alur beruntun dari sebuah kisah cinta Ebiet nan kelam dan membuat kita menitikkan air mata? Berikut jika saya simpulkan alurnya :
  • Camellia I   => mengagumi seorang wanita
  • Camellia II  => mencintainya
  • Camellia III => mendekati/memilikinya
  • Camellia IV => melepas & merelakan kepergian
Pertama, lagu 'Camellia I', dalam syairnya merupakan pengungkapkan perasaan cinta yang mendalam untuk seorang gadis yang bang Ebiet metafora-kan sebagai sosok Camellia, banyak kata puitis dihujamkan dalam syair lagu tersebut, seolah sosok Camelia ini merupakan seorang bidadari, hingga keindahannya mempesonanya dan dituangkan dalam sebuah kata yang penuh makna “Sayap-saayapmu kecil lincah berkepak, seperti burung camar...”, “dia Camelia engkaukah gadis itu, yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi di setiap tidurku, datang untuk hati yang kering dan sepi...”, beginilah petikan yang tertulis dalam lagunya camellia 1, betapa agungnya sebuah cinta yang dilukiskan. Mungkinkah dapat ditafsirkan bahwa pada lagu camellia 1 ini, pertama dia mengenal seorang gadis tersebut, sampai dia melukiskan dan merindukannya. Tapi belum terjawab, apakah gadis tadi membalas kekaguman Ebiet. Dalam camellia 1 hanya sebatas mengagumi, dan memendam cinta yang belum tersampaikan.

Hingga kemudian terjawab dalam 'Camelia II'. Di lagu Camelia II ini, Ebiet mencoba melukiskan tentang cintanya untuk berusaha mendapatkan perhatian si gadis, sebuah prasasti cinta terlukis dalam baitnya “Inginku berlari Mengejar seribu bayangmu Camelia, Tak peduli kan kuterjang biar pun harusku tembus padang ilalang". Betapa agung martabat cinta yang coba terlukiskan, sebuah janji untuk mewujudkan impian bersanding dengan si gadis apapun yang menghadang akan dilaluinya. Sampai disini aku terkesima, lihatlah dalam baitnya: “Tiba-tiba langkahku terhenti, Sejuta tangan t'lah menahanku, Ingin kumaki, mereka berkata Tak perlu kau berlari mengejar mimpi yang tak pasti, Hari ini juga mimpi, Maka biarkan ia datang di hatimu... di hatimu...” coba kita uraikan, di awal Ebiet mencoba melukiskan sejuta janji untuk memperjuangkan si gadis namun apa mau dikata, banyak disekitar yang tidak mendukug perjuangannya, hingga mereka mencoba memberikan sebuah nasehat “tak perlu kau berlari mengejar semua mimpi yg tak pasti...” mungkin inilah yang membuat dalam lagu 'Camellia 2' ini lebih penekanan pada memendam kembali sebuah cinta. Kenapa harus di pendam sih? Entahlah, mungkin hanya impian saja untuk mendapatkan gadis tersebut, hingga pada lagu ini diceritakan kata cinta itu belum terucap jua..

Berlanjut lagu 'Camelia III', pada lagu 'camellia III' digambarkan bahwa ia telah berhasil mengenal dan mendekati si gadis akan tetapi cobaan datang, kesalahan telah menghancurkan sebuah impian yang hampir nyata, tampak pada bait: “Disini kau petikkan kembang kemudian engkau selipkan pada tali gitarku, Maafkan bila waktu itu kucabut dan kubuang, kau pungut lagi dan kau bersihkan, engkau berlari sambil menangis, Kau dekap erat kembang itu, Sekarang baru aku mengerti ternyata kembangmu kembang terakhir, Yang terakhir”… Suatu bentuk “kesalahan” kecil yang dilakukan telah memupuskan mimpi itu, kesalahan apakah? yang jelas syair itu mempunyai makna yang sangat dalam, mungkin laki lakinya kurang begitu memperhatikan dan mengerti kemauan si gadis, sampai perpisahanpun terjadi. Dalam lagu camellia III ini, melukiskan rasa sesal karena telah membuat kecewa si gadis dan harus berpisah yang menjadi kenyataannya, padahal semua belum termulai tapi semua harus berakhir.

Hingga penyesalan yang teramat sangatpun terlukiskan dalam 'Camellia IV : (Requiem)': Sebuah retorika penyesalan yang mendalam, belum sampai impian terwujud, raga telah terpisah, dan pusara menjadi saksi kekecewaan. Penyesalan dan cinta yang abadi terlukis dalam bait: “Batu hitam diatas tanah merah, Disini akan kutumpahkan rindu, Kugenggam lalu kutaburkan kembang, Berlutut dan berdoa, Surgalah ditanganmu, Tuhanlah disisimu Kematian hanyalah tidur panjang Maka mimpi indahlah engkau Camellia... “. Belum sempat cinta terbina, belum sempat bahagia tercipta, dan belum sempat menyatakan cinta, namun ia harus merelakan kepergiannya untuk selamanya. Pupus sudah harapan, hanya sebuah penyesalan yang dirasakan. Coba dilukiskan dengan kuat oleh mas ebith dalam bait syairnya di 'Camellia IV' ini merupakan akhir dari segala "Kisah Cinta dalam Quadrologi Camellia". Begitulah ceritanya, ternyata antara lagu Camellia I-IV adalah rentetan sebuah peristiwa cinta yang berakhir duka.